Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Tes Halaman Posting

Testing Link

Klik link-1 untuk menuju facebook dan klik link-2 untuk menuju twitter


Testing Gambar







Testing Video



Beberapa Jenis Tarian di Bali :
  1. Tari Legong
  2. Tari Merak
  3. Tari Rejang


Beberapa Nama Tabuh yang Terkenal di kalangan Pemain Tabuh :
  • Jaran Sirig
  • Sekar Sandat
  • Kupu-Kupu Tarum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan




Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan
Hari Raya Galungan merupakan hari untuk memperingati kemenangan Dharma melawan Adharma. Hari Raya Galungan diperingati dalam 210 hari sekali pada hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan. Pada hari tersebut, masyarakat Bali khususnya umat Hindu biasanya melakukan persembahyangan atau semadhi untuk menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma.

Sehari sebelum hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali biasanya melakukan ritual pemotongan hewan sebagai korban yang akan dipersembahkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hewan yang biasanya dipotong adalah babi karena babi dikenal sebagai hewan yang malas, rakus tamak. Maka dari itu, babi dijadikan sebagai simbol dari Adharma (keburukan). Dengan demikian sifat-sifat itu diharapkan dapat dilebur dan dipersembahkan pada Hari Raya Galungan agar nantinya tidak ada lagi keinginan-keinginan seperti yang terdapat dalam sifat-sifat babi tersebut. Pada hari Penampahan Galungan itu juga umat Hindu melakukan pemasangan Penjor sebagai simbol dari tegaknya Dharma (kebaikan). Namun makna sesungguhnya adalah pada hari ini hendaknya membunuh sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri.


Tepat pada hari raya Galungan, umat Hindu melakukan persembahyangan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk memohon keselamatan. 

Setelah hari raya Galungan yaitu hari Kamis Umanis wuku Dungulan disebut sebagai Manis Galungan. Pada hari ini umat mengenang betapa indahnya kemenangan Dharma. Umat pada umumnya melam-piaskan kegembiraan dengan mengunjungi tempat-tempat hiburan terutama panorama yang indah. Juga mengunjungi sanak saudara sambil bergembira-ria.

Sepuluh hari kemudian, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan diperingati sebagai Hari Raya Kuningan. Kata kuningan sendiri memiliki makna “kauningan” yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya. Pada hari tersebut umat Hindu biasanya membuat nasi kuning sebagai lambang kemakmuran yang akan dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia yang menerima anugrah dari Hyang Widhi.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS